Inilah Akibat Jika Mesin Injeksi Tidak Memakai Pertamax - Laros Pos

Portal Segala Informasi

Friday, August 11, 2017

Inilah Akibat Jika Mesin Injeksi Tidak Memakai Pertamax


Kita ketahui rata-rata kendaraan roda dua maupun roda empat menggunakan mesin injeksi. sebenarnya pengunaan bensin dan premium pada mesin injeksi tidaklah bermasalah. hendaknya pengunaan tersebut janganlah terlalu sering karena bisa berakibat tidak baik terhadap mesin.
Seiring majunya teknologi saat ini, hampir semua kendaraan mobil dan motor menerapkan injeksi. sebenarnya apa sih injeksi itu?

Injeksi adalah metode pencampuran bahan bakar dengan udara pada kendaraan bermotor untuk menghasilkan pembakaran yang  sempurna. dan injeksi itu sendiri membutuhkan yang namanya injector, yang berfungsi menyuplai bahan bakar dengan udara. Sistem ini adalah generasi penerus dari sitem terdahulu yakni karburator.

Nah yang membedakan sistem karurator dan injeki adalah
  • Sistem Karburator, memakai sistem penyetelan yang tepat agar mendapatkan campuran bahan bakar dan udara atau AFR (Air Fuel Ratio) yang optimal.
  • Sistem Injeksi, Sudah terprogram secara komputerisasi untuk mendapatkan rasio AFR yang optimal.
Kelebihan injeksi sendiri adalah
  • konsumsi lebih irit dari pada memakai karburator
  • Pembakaran lebih sempurna karena sudah dikontrol secara elektronik, sedang karburator harus menyetel secara manual untuk mendapatkan pembakaran yang optimal.
  • Tika perlu melakukan servis seperti pada karburator untuk membersihkannnya.
Kekurangan Injeksi adalah
  • Bengkel yang bisa memeperbaiki hanya tertentu
  • harga perbaikan relatif mahal 
  • sulit untuk dimodifikasi.
  • Sensitif terhadap daraan alat kelistrikan.
Untuk kendaraan yang sudah memakai injekasi memang diharuskan mengsis bahan bakar memakai nilai oktan yang tinggi. Premium memiliki nilai oktan 88, sedangkan pertalite memiliki RON 90, Pertamax sebesar 92, dan Pertamax plus sebesar 95. nilai tersebut menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

Semakin tinggi kadar oktannya, maka BBM lebih lambat terbakar, sehingga tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerja mesin itu sendiri. dan bahan bakar yang beroktan tinggi sangat cocok digunakan pada kendaraan yang menggunakan kompresi tinggi, biasanya digunakan pada motor atau mobil keluaran baru.

Jika anda paksakan mesin injeksi menggunakan kadar oktan yang rendah dalam jangka panjang, dapat menyebabkan mesin seperti akan mau mati hidup mati hidup pada saat anda sedang berkendara.

Saya sendiri sudah pernah merasakan sering mencampurkan pertamax dan pertalite, kadang juga bensin. dansaya pikir tidak masalah. akan tetapi selang beberapa lama motor saya seperti mati-mati sendiri ditengah perjalanan.

ARTIKEL LAINNYA
Setelah dibawa ke bengkel, Pihak bengkel berkata" Pak lain kali jangan diisi pertalite kasihan motornya, karena sudah injeksi maka jika diisi nilai oktan rendah dapat menyuumbat lubang saluran injeksi dan menyebabkan motor sering mati-mati sendiri. karena oktan yang rendah lama-kelamaaan bisa menimbulkan kerak yang dapat menyumbat bahan bakar saluran injeksi.

perlu diketahui saluran bahan bakar pada karburator lebih besar dari pada pada saluran bahan bakan pada injeksi yang sangat kecil sekali. Sangking kecilnya pihak bengkel kesulitan untuk memperbaiki. apa mungkin bengkel umum ya heheheh.
itulah sekilas saya punya pengalaman, dan diluar sana mungkin jadi hal yang berbeda dengan cerita saya tersebut. Sekian dan terima kasih Assalamualaikum 

No comments:

Post a Comment